[Review Film] Film Favorit di Tahun 2017
1. Peach Girl - Mei 2017
Film Jepang ini bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Adachi Momo yang diperankan oleh Mizuki Yamamoto. Momo mendapat julukan bitch di sekolah karena kulitnya yang berwarna gelap dan rambutnya yang coklat kemerahan. Siswa-siswi yang percaya pun sering menggosipkan Momo. Namun sebenarnya, Momo adalah remaja yang naif dan bahkan belum pernah pacaran. Momo ingin sekali menghapus image tentang dirinya. Ia juga ingin sekali memiliki kulit putih.
Keinginan Momo memiliki kulit putih menjadi semakin kuat karena ia jatuh hati pada teman sekelasnya, Kazuya Toujigamori yang diperankan oleh Mackenyu Arata. Toji mendapat julukan The Coolest Guy di sekolah. Diam-diam ia juga menyimpan perasaan pada Momo.
Satu-satunya teman Momo di sekolah adalah Kashigawi Sae yang diperankan oleh Mei Nagano. Sae adalah seorang siswi populer karena pekerjaannya sebagai model majalah Seventeen. Namun sayangnya, Sae adalah orang yang munafik dan berkepala dua. Ia tak suka melihat Momo bahagia. Semua yang diinginkan Momo pasti juga diincar olehnya. Termasuk cowok yang disukai Momo. Ketika Momo menyadarinya, ia segera mengalihkan perhatian Sae pada Okayasu Kairi, cowok paling populer di sekolah yang diperankan oleh Inoo Kei. Tanpa sepengetahuan Momo, rupanya Kairi sejak lama telah tertarik padanya. Bagi Kairi, Momo adalah takdirnya.
2. Wonder Woman - Juni 2017
Film tentang pahlawan wanita super yang mencoba untuk menghentikan perang dan menjadi seorang Wonder Woman.
2. Wonder Woman - Juni 2017
Film tentang pahlawan wanita super yang mencoba untuk menghentikan perang dan menjadi seorang Wonder Woman.
Diana
Prince sang putri Amazon yang diperankan oleh Gal Gadot dibesarkan di Pulau
Themyscira. Pulau tersembunyi yang hanya dihuni oleh kaum wanita yang
disebut-sebut sebagai wanita-wanita yang diciptakan dewa untuk menjaga
perdamaian dunia. Suatu hari, ada seorang pilot, Kapten Steve Trevor diperankan
oleh Chris Pine, yang menabrak pantai di daerah tempat tinggal Diana hingga
terdampar disitu. Pulau itu kemudian diserang oleh sekelompok pelaut Jerman
yang hendak mengejar Steve yang diketahui adalah seorang mata-mata. Diana ikut
menjadi sasaran. Namun, ia berhasil selamat berkat Jenderal Antiope diperankan
oleh Robin Wright yang melindunginya.
Steve
lalu menceritakan pada Diana tentang perang dunia yang sedang terjadi di luar.
Diana bertekad menghentikan perang itu. Untungnya selama ini ia sudah banyak
berlatih agar menjadi petarung terbaik. Ia memutuskan untuk meninggalkan
rumahnya dan mengikuti Steve. Tujuan mereka adalah menemukan Ares diperankan
oleh David Thewlis, sang Dewa Perang yang disebut Steve sebagai penyebab adanya
perang besar. Petualangan Diana pun dimulai. Perlahan-lahan akhirnya ia
mengetahui kekuatan dan takdirnya untuk melindungi dunia sebagai Womder Woman.
3. I Can Speak - September 2017
Film Korea ini merupakan kisah nyata comfort woman selama Perang Dunia II. Bercerita tentang seorang nenek berusia 75 tahun bernama Na Ok Boon yang diperankan oleh Na Moo Hee. Nenek Ok Boon adalah seorang yang sangat patuh terhadap setiap peraturan. Ia juga selalu melaporkan setiap pelanggaran hukum yang terjadi di sekitarnya. Lama kelamaan para pegawai di kantor pelayanan pun merasa sebal padanya.
Seorang karyawan transfer bernama Park Min Jae yang diperankan oleh Lee Je Hoon ditugaskan untuk menghadapi nenek Ok Boon. Tiap hari nenek Ok Boon membawa setumpuk berkas pelanggaran dan meletakkannya di meja Min Jae hingga pemuda itu merasa bosan. Kendati demikian, Min Jae tetap berusaha melayani nenek Ok Boon dengan sebaik mungkin.
Nenek Ok Boon tak memiliki suami juga anak. Ia bekerja sehari-hari dengan menjahit baju. Sesekali ia pergi mengunjungi sahabatnya Jeong Shim yang diperankan oleh Soon Sok. Jeong Shim kini dirawat di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Kondisinya yang kian memburuk membuat nenek Ok Boon merasa sangat sedih. Nenek Ok Boon dan Jeong Shim sudah berteman sejak masih muda. Melihat Jeong Shim yang bisa berbahasa Inggris dengan lancar, timbul keinginan nenek Ok Boon untuk belajar. Nenek Ok Boon lalu mengikuti kursus Bahasa Inggris di lembaga pendidikan. Namun, usianya yang sudah tua mengakibatkan ia kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Nenek Ok Boon pun dikeluarkan.
Suatu hari, nenek Ok Boon melihat Min Jae sedang bercakap dengan orang asing menggunakan Bahasa Inggris. Nenek Ok Boon kemudian meminta tolong pada Min Jae untuk mengajarinya. Nenek Ok Boon juga ingin sekali berbicara dengan adiknya yang diadopsi dan tinggal di Amerika sebab adiknya itu tak bisa berbahasa Korea. Akan tetapi, Min Jae menolak dengan berbagai alasan. Ketika Min Jae mengetahui kalau selama ini nenek Ok Boon selalu memberi makanan pada adiknya, ia akhirnya bersedia mengajarinya tiga kali dalam seminggu. Kebersamaan membuat hubungan mereka semakin dekat dan saling memahami. Nenek Ok Boon dan Min Jae berkomunikasi layaknya keluarga.
Alasan sesungguhnya nenek Ok Boon belajar Bahasa Inggris karena ingin melanjutkan impian Jeong Shim untuk bersaksi di depan Mahkamah Internasional di Amerika yang mengadili kasus RS12 tentang perbudakan seks oleh tentara Jepang. Nenek Ok Boon dan Jeong Shim merupakan korban budak seks tentara Jepang ketika penjajahan pada tahun 1943. Sampai saat ini upaya nenek Ok Boon untuk mendapat keadilan masih terus berlanjut.
4. COCO - November 2017
Berlatar belakang budaya Meksiko, film COCO menampilkan kisah dari dua dunia yang berbeda, yaitu dunia kehidupan dan dunia orang mati. Kendati bercerita tentang dunia kematian, film ini dipenuhi dengan warna-warni yang ceria. Ini adalah petualangan Miguel, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang bercita-cita menjadi seorang penyanyi dan pemusik handal seperti idolanya, sang musisi legendaris Meksiko, Ernesto de la Cruz. Akan tetapi, keinginannya itu ditentang keras oleh keluarganya. Saat ingin meminjam gitar milik musisi favoritnya yang telah meninggal, Miguel malah terdampar ke dunia orang mati, yang saat itu sedang merayakan Festival Kematian untuk berkunjung ke rumah kerabat yang masih hidup. Miguel hanya punya waktu satu malam untuk bisa kembali ke dunia manusia. Siapa sangka jika petualangannya di negeri orang mati, justru membuka rahasia besar keluarganya.
5. The Greatest Showman - Desember 2017
Sebuah drama musikal yang terinspirasi dari kisah Phineas Taylor Barnum (P.T. Barnum) yang merupakan seorang pengusaha sirkus.
Barnum, diperankan oleh Hugh Jackman, adalah anak seorang penjahit yang jatuh cinta pada Charity, diperankan oleh Michelle Williams, seorang putri kaya dari salah satu pelanggan ayah Barnum. Barnum berjanji pada Charity bahwa kelak ia akan menikahinya. Charity percaya walau Barnum hanya hidup seorang diri dalam kemiskinan. Beberapa tahun kemudian, Barnum sungguh menepati janjinya. Barnum menikahi Charity walau ayah Charity menentang.
Barnum pun membawa Charity ke kota tempatnya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan. Suatu hari perusahaan tersebut bangkrut. Mau tak mau Barnum harus mencari cara lain agar dapat tetap bekerja demi menghidupi keluarga kecilnya dengan dua gadis kecil yang cantik. Keberuntungan berpihak pada Barnum. Ia memegang surat kepemilikan kapal dagang. Barnum membawa surat itu ke Bank dan menjadikannya jaminan. Setelah berhasil mendapatkan uang, Barnum membeli sebuah museum.
Museum tersebut pun diisi dengan benda-benda mati yang sayangnya tak berhasil menarik pengunjung. Barnum yang nyaris putus asa lalu mendapat sebuah ide dari putrinya. Ia pun mencari dan mengumpulkan orang-orang yang memiliki keterbatasan dan bentuk fisik unik. Barnum bermaksud memanfaatkan talenta yang mereka miliki untuk menjadi atraksi utama dalam Barnum's Circus, museum miliknya. Barnum juga bekerja sama dengan Philip Carlyle, diperankan oleh Zac Efron, seorang penulis naskah drama.
Usaha Barnum menuai kesuksesan luar biasa. Namanya semakin terkenal. Bahkan, Barnum menggelar tur di Amerika bersama Jenny Lind, diperankan oleh Rebecca Ferguson, seorang penyanyi kondang di Eropa. Kesuksesan yang berhasil diraihnya membuat Barnum terlena. Ia menjadi semakin jauh dari keluarganya.