[Resensi Buku] Impian Naya
![]() |
Dimuat di Radar Madura tanggal 07 Februari 2020
|
Impian Naya
Peresensi: Iliana Loelianto
Judul Buku = Special Order
Penulis = Alifiana Nufi
Penerbit = Gramedia Pustaka Utama
Cetakan = Pertama, Januari 2019
Tebal buku = 272 halaman
ISBN = 978-602-06-2157-9
Kehadiran Special Order di tengah berkembangnya dunia masak-memasak berhasil menarik perhatian pembaca. Suatu masakan tak sekedar memiliki arti untuk dimakan demi mengisi perut saja. Nilai artistik dari segi penyajian, komposisi bahan, bentuk, cita rasa, dan nutrisi yang terkandung di dalam masakan tersebut juga harus diperhatikan.
Special Order bercerita tentang Naya yang sebentar lagi akan lulus dari jurusan sarjana pendidikan tapi berkeinginan menjadi seorang koki. Sifatnya yang naif namun ceroboh malah membawa serentetan masalah untuknya ketika menjadi asisten koki di sebuah restoran. Terlebih ketika Nando datang dan menggantikan posisi kepala koki di tempatnya bekerja. Dunia Naya langsung jungkir balik. Nando seakan sengaja ingin membalas dendam atas perlakuan Naya yang telah menamparnya sewaktu di kereta.
Ritme kerja Nando yang sangat cepat ditambah dengan istilah-istilah dalam dunia kuliner yang tak dimengertinya menjadi tantangan besar untuk Naya.
Nando telah sepuluh tahun hidup mandiri. Oleh ayahnya, Nando disekolahkan di sekolah teknik terbaik. Akan tetapi, keinginan ayahnya bertentangan dengan keinginan hati Nando yang ingin menjadi seorang koki. Nando pun diusir dari rumah. Setelah mengundurkan diri dari salah saru restoran ternama di Singapura, Nando akhirnya mau bergabung menjadi koki di restoran sahabatnya. Di tempat inilah takdir mempertemukan Nando dan Naya kembali.
Nando tahu Naya tidak memiliki kompetensi untuk menjadi seorang koki. Ia yakin Naya mendapatkan posisi sebagai asisten koki karena nepotisme. Naya bahkan tidak tahu teknik paling mendasar dalam memasak. Akhirnya, sasaran kemarahan Nando selalu tertuju pada Naya.
Nando ingin menyingkirkan Naya dari dapurnya. Namun, di sisi lain Nando ingin Naya membayar perbuatannya karena pernah mempermalukannya di depan umum. Akan tetapi, seiring waktu yang berjalan dan kedekatan mereka di dapur, mulai timbul perasaan tak senang dalam diri Nando bila melihat kedekatan Naya dan Nizar.
Impian yang tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, nyatanya tak membuat Naya dan Nando lantas menyerah begitu saja. Nando tetap memperjuangkan impiannya dengan diam-diam belajar di jurusan masak. Sedangkan Naya, memilih untuk menurut pada keinginan ayahnya- yang menginginkannya kelak menjadi seorang pengajar, sembari bekerja di sebuah restoran.
Untuk menjadi seorang koki yang profesional dibutuhkan pengetahuan tentang teknik memasak yang benar, waktu memasak yang tepat, cara memotong berbagai jenis bahan, dan keseimbangan cita rasa dalam setiap komponen.
Novel Special Order adalah bacaan yang tepat untuk mengisi waktu senggang. Alurnya yang ringan dan tidak bertele-tele memudahkan pembaca untuk mengikuti kisah Naya. Penulis berhasil mengemas impian dan percintaan dalam kisah Nando dan Naya dengan porsi yang sangat baik. Bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil adalah pesan yang hendak disampaikan penulis dalam novel ini. Meski berlabel Metropop, buku ini juga dapat dibaca oleh kaum remaja, terutama bagi mereka yang punya mimpi tapi masih enggan memperjuangkannya.
Ketika memiliki impian, jangan hanya bermimpi. Sekecil apapun impian itu tak akan pernah menjadi kenyataan tanpa adanya tindakan untuk mewujudkannya.
