Saturday, May 30, 2020

[Resensi Buku] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini - Marchella FP

Judul : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Penulis : Marchella FP
Penerbit : POP Publisher
Terbit: Oktober 2018
Tebal : 200 halaman
ISBN : 978-602-424-821-5


Buku setebal dua ratus halaman ini diawali dengan sebuah curhatan tentang ketakutan dari seorang Ibu. Ia takut lupa rasanya muda. Ia menulis pesan untuk kita.

Tak ada plot utuh dalam buku ini. Hanya ada kumpulan pesan dari seorang Ibu. Ia ingin mengirimkan pesan tersebut untuk anak cucunya di masa depan. Kalimat-kalimatnya pendek saja. Berisi harapan dan penyemangat tentang kehidupan yang memiliki banyak arti (tergantung dari sudut pandang mana kita membacanya-memahaminya). 

Isi buku ini terbagi menjadi empat bagian; pagi, siang, sore, dan malam. Tiap bagian berisi pesan dalam beberapa baris. Tak hanya mengandung makna tapi juga membawa sebuah rasa baru bagi yang (benar-benar) membacanya.

Kau akan tahu bagaimana kau bisa memulai sesuatu di pagi hari. Kau akan  belajar untuk berani mengambil tindakan dan merancang mimpi. 


Kau tertantang mencari jati diri dan mendapat pengalaman baru di siang hari.


Kau bisa memperluas pandangan dan melalui sebuah perenungan panjang di sore hari.


Kau akan menyadari bagaimana kehilangan dan keikhlasan membantumu menyembuhkan diri sendiri di malam hari.


Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kalimat dalam pesannya sederhana namun begitu menyentuh hati. Tampilan bukunya menarik dengan hard cover yang jarang ditemukan pada buku-buku lain. Ditambah ilustrasi cantik dan unik karya penulis yang diselipkan pada halaman-halamannya, membuat siapapun langsung jatuh cinta. Tak heran bila buku ini habis terjual hanya dalam waktu dua jam. Buku ini juga telah diangkat menjadi sebuah film layar lebar oleh rumah produksi Visinema Pictures pada Januari 2020. 

Kelebihan lainnya adalah pembaca tak memerlukan banyak waktu untuk membacanya. Buku ini bahkan dapat dibaca hanya dalam tiga puluh menit-bisa kurang bisa lebih, tergantung seberapa lama kita berkontemplasi melalui pesan yang disampaikan oleh penulis. Tidak adanya penomoran halaman pada buku ini memudahkan kita untuk membaca dengan memilih halaman secara acak.

Buku ini merupakan bacaan ringan yang dapat menginspirasi orang banyak. Banyak pesan yang tersirat dan tersurat dalam tiap pesan-pesannya. Penulis juga membuat sebuah playlist di aplikasi Spotify yang cocok didengarkan sambil membaca buku ini. Akan tetapi, saya lebih suka membaca buku ini dalam keadaan tenang. Kendati demikian, lagu-lagu yang disusun penulis tetap mampu membangkitkan suasana baru dalam membaca.

Comments


EmoticonEmoticon