Pentingkah Membuat Kerangka Tulisan
Ada penulis yang bisa menulis secara spontan tapi ada juga penulis yang memerlukan kerangka untuk membuat sebuah tulisan. Aku termasuk penulis yang membutuhkan kerangka dalam menulis cerita fiksi. Mengapa?
Sebuah kerangka dalam cerita fiksi membantu aku agar bisa menyelesaikan cerita sesuai dengan apa yang aku rancang. Selain itu, kerangka tulisan juga melindungi ceritaku agar tetap fokus pada apa yang ingin aku sampaikan sehingga tidak melebar kemana-mana. Ceritaku pun tampak lebih rapi dan terstruktur.
Tetapi, aku juga pernah menulis tanpa kerangka. Misalnya, untuk tulisan non-fiksi (esai). Setelah melakukan riset, aku akan menentukan judul. Bila judul tersebut telah sesuai dengan yang aku inginkan, barulah aku menyusun kalimat pembuka, lalu kalimat-kalimat berikutnya hingga menjadi sebuah paragraf yang utuh.
Setelah selesai dengan sebuah tulisan fiksi/non fiksi, aku akan membacanya kembali hingga beberapa kali sembari mengubah susunan kalimat yang menurut aku perlu diubah/diganti. Untuk bagian yang aku ganti, tak langsung aku hapus begitu saja. Seringnya, aku memindahkannya di bagian paling bawah dulu. Dengan begitu, aku masih dapat mengambilnya kembali bila memang diperlukan.