Menanamkan Karakter Positif Pada Anak Melalui BukuPeresensi: Iliana LoeliantoJudul Buku: Tragedi Apel dan Buku Ajaib JikoPenulis: Yosep RustandiPenerbit: Lintang Indiva lini buku anak Penerbit Indiva Media KreasiCetakan: Pertama, Juli 2020Tebal Buku: 160 halamanISBN: 978-623-253-002-7Harga Buku: Rp. 40.000,-Karakter positif dapat membentuk kepribadian anak agar menjadi manusia yang berbudi pekerti mulia. Anak jadi tahu bagaimana ia harus bersikap ketika menghadapi suatu masalah. Salah satu cara menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui buku yang mengandung pendidikan karakter di dalamnya.Buku Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko termasuk dalam seri pendidikan karakter yang mengajarkan arti kejujuran dan betapa pentingnya berkata jujur. Mengisahkan tentang Alin, bocah lelaki berusia delapan tahun yang terpaksa menjambret seplastik apel, buah yang telah lama diidamkan emaknya. Namun, siapa sangka apel import besar yang beraroma harum itu malah membawa banyak masalah untuknya.Bersama Jiko, sahabatnya yang kutu buku, Alin berusaha mencari jalan keluar. Berkat buku ajaib yang selalu dibawa oleh Jiko, berbagai ide yang cemerlang pun hadir dan memberi inspirasi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi. Buku yang menjadi pemenang pertama dalam kompetisi Menulis Indiva 2019 Kategori Novel Anak ini memiliki konflik cerita yang ringan namun tetap asyik dan seru untuk dibaca. Di usianya yang masih sangat muda, Alin telah begitu dewasa. Ia memikul beban yang berat di saat ia semestinya bermain dan belajar sebagaimana anak lain seusianya. (hlm. 41)Para tokoh dalam buku ini juga mengambil peran yang pas sesuai dengan bagiannya. Tiap karakternya dapat membawa imajinasi pembaca khususnya anak-anak untuk menilai sikap para tokoh dalam cerita dan bagaimana karakter tokoh itu berkembang. Terlebih lagi, latar dan alur cerita dalam buku ini sangat mudah dipahami karena dituturkan dengan bahasa yang sederhana. "Emak bahagia. Emak bangga Alin bekerja keras untuk membeli beras tapi Emak sedih kalau Alin berbohong. Kita ini miskin, kita ini bodoh, tapi tidak mencuri. Derajat kita menjadi tinggi karena kita tidak mencuri, Lin." (hlm. 145)Buku Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko dapat menjadi salah satu referensi bacaan terbaik untuk anak-anak karena banyaknya nilai kehidupan yang dapat kita petik dari apa yang dialami oleh Alin. Tak hanya menginspirasi, kisah Alin juga memotivasi anak untuk selalu jujur, peduli, dan ikhlas.Tapi sejak itu Alin mulai belajar banyak hal. Semua yang hidup pernah merasakan sehat dan sakit. Nilai hidup tidak ditentukan darimana kita berasal dan dimana kita mati. Nilai hidup ada dalam proses menjalani. Siapa yang bisa menjalani hidup lebih baik, lebih bijak, lebih berguna, lebih ikhlas, lebih bertakwa, itulah orang-orang yang berbahagia. Begitulah pelajaran yang Alin tangkap, pelajaran yang diberikan Emak selama ini. (hlm. 157)
Dimuat di Harian Bhirawa tanggal 20 November 2020Tentang Luka dan Hal-Hal Indah LainPeresensi: Iliana LoeliantoJudul Buku: Scars and The Other Beautiful ThingsPenulis: Winna EfendiPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaTerbit: Cetakan Pertama, 2020Tebal: 296 halamanISBN: 978-602-06-4205-5Sosok perempuan seringkali dianggap sebagai simbol dari kesucian dan kehormatan. Ia kemudian dipandang sebagai aib ketika mengalami kekerasan seksual, seperti perkosaan. Mirisnya lagi, perempuan yang menjadi korban malah disalahkan menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual tersebut. Sementara pelaku kejahatan, tak mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah diperbuatnya. Dalam buku Scars and The Other Beautiful Things, tokoh utama Harper Simmons, remaja perempuan berusia tujuh belas tahun, juga mengalami hal serupa. Murid tahun terakhir Tommales High School itu ditemukan dalam keadaan penuh luka, nyaris tanpa busana, dan tidak sadar setelah menghadiri sebuah pesta. Saksi yang menemukannya memberi pernyataan bahwa Harper telah diperkosa. Sementara, Harper sama sekali tidak mengingat apa yang sudah menimpanya. Ia baru tersadar sewaktu terbangun dengan kondisi nyeri di sekujur tubuhnya.Scott Gideon, mahasiswa penerima program beasiswa penuh bidang olahraga di universitas prestisius Stanford, malam itu tertangkap sedang memperkosa Harper yang terlihat tidak bergerak dan tidak responsif. Tim pengacara Scott Gideon menegaskan bahwa apa yang terjadi dilandasi oleh persetujuan dari kedua belah pihak.Pernyataan tersebut diperkuat dengan keterangan saksi yang menyaksikan keduanya tampak sama-sama mabuk akibat mengonsumsi alkohol pada sebuah pesta di Santa Rosa. Mereka juga terlibat interaksi sepanjang malam sebelum menjauh dari lokasi pesta sambil berpegangan tangan. Kurangnya bukti menjadi pertimbangan atas hukuman yang semestinya diterima Scott. Terlebih lagi, penyerangan seksual tersebut masih diragukan sebagai tindak pemerkosaan atau hubungan konsensual yang berakhir buruk.Sejak peristiwa nahas itu, kehidupan Harper berubah. Bisikan-bisikan mulai terdengar ketika ia kembali masuk sekolah. Berbagai anggapan dan pandangan orang-orang terus mengikutinya kemana-mana. Malam-malamnya juga penuh mimpi buruk yang berusaha dilewatinya dengan obat tidur. Ia pun harus rutin bertemu dengan seorang dokter terapis untuk membantu mengatasi traumanya.Ternyata, semuanya tak semudah itu berlalu, seperti yang dikatakan orang-orang. Saat Harper memperhatikan sekelilingnya, bukan hanya dirinya yang hancur dan terluka. Masih ada Avery, saudara kembarnya yang ikut membuang mimpinya karena merasa bertanggung jawab atas apa yang dialami Harper. Juga ayah yang sering bekerja hingga larut malam; Adam, kekasihnya yang tidak bisa menemaninya pada malam itu; dan Rachel, teman dekatnya yang merasa telah kehilangan sahabatnya.Harper tahu ia membutuhkan upaya besar untuk melupakan dan menemukan dirinya setelah segala yang dimilikinya terenggut. Namun, ia harus benar-benar pulih agar semua orang yang menyayanginya juga bisa pulih. Beruntungnya, ia memiliki orang-orang yang selalu ada untuknya dan tak pernah lelah memberinya dukungan. Mengambil latar kota kecil Bodega Bay di Sonoma County, cerita yang terinspirasi dari kisah nyata Chanel Miller ini menceritakan seperti apa dan bagaimana kehidupan serta perjuangan Harper Simmons yang mengalami penyerangan seksual. Menggunakan sudut pandang orang pertama dari remaja berusia tujuh belas tahun, pembaca diajak ikut merasakan posisi dan perasaan Harper sebagai seorang remaja berprestasi sekaligus korban pemerkosaan oleh orang yang tak dikenal. Meski alur ceritanya maju mundur, pembaca tak akan kebingungan mengikuti jalan ceritanya. Seperti karya-karya sebelumnya, Winna Efendi juga mengangkat tema persahabatan, keluarga, dan cinta pada novel ini. Tak sampai disitu, penulis juga menambahkan tema self love yang membuat kisah dari seorang Harper Simmons kian menarik. Kita dapat menjumpai kasus serupa dalam kehidupan sehari-hari. Sangat disayangkan, jika kasus seperti ini kebanyakan berakhir dengan ketidakadilan yang dirasakan korban. Tak jarang, kita pun jadi bertanya-tanya, dimana kedudukan hukum yang sesungguhnya.Sangatlah penting bagi setiap orang untuk bisa menghargai dirinya sendiri, menentukan pilihan, dan bangkit dari kejadian buruk yang dialami dalam hidup. Percayalah, walau harus berjuang dalam luka dan trauma, tetap ada secercah terang juga harapan di masa-masa yang gelap itu.
<div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgow-9HR0_Ibocaf-s02XHxOQZZPHJpHouYAp9r2HtbLnA2nUSh72xlyMjfFUHEQA5uXsgpbhR6VQaluSCgHeA12t2hGfpKYkRE1q4HofuzAeNFGvAzpF1e9fN4OKSy2c0xvdG0vuM-np4/s1600/1597672701931256-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgow-9HR0_Ibocaf-s02XHxOQZZPHJpHouYAp9r2HtbLnA2nUSh72xlyMjfFUHEQA5uXsgpbhR6VQaluSCgHeA12t2hGfpKYkRE1q4HofuzAeNFGvAzpF1e9fN4OKSy2c0xvdG0vuM-np4/s1600/1597672701931256-0.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div>Judul Buku: Yang Aku Tahu dengan Pasti</div><div>Penulis: Oprah Winfrey</div><div>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</div><div>Cetakan: Ketiga, September 2019</div><div>Tebal buku: 190 halaman</div><div>ISBN: 978-602-03-1585-0</div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4it_UsBydj3lQPSwoJ_T9T42pqinYlyxRXXZ4Ua1Bo6uffVjTHWCCCoEC6Tt3Fn-KysrEnhaID3c-NYk7zUz79toLgpHzb1he5_BedtEWkPumz178UMZkKdndf-TN3lsjpBHQYh1RJhs/s1600/1597671747551514-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4it_UsBydj3lQPSwoJ_T9T42pqinYlyxRXXZ4Ua1Bo6uffVjTHWCCCoEC6Tt3Fn-KysrEnhaID3c-NYk7zUz79toLgpHzb1he5_BedtEWkPumz178UMZkKdndf-TN3lsjpBHQYh1RJhs/s1600/1597671747551514-0.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div>Buku ini berisi kumpulan esai yang pernah dimuat pada kolom "What I Know for Sure" di O, The Oprah Magazine. Esai yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu dijadikan satu melalui sebuah buku setelah sebelumnya sempat direvisi dan diperbarui. </div><div><br></div><div>Oprah Winfrey termasuk salah satu perempuan berpengaruh. Namanya melambung lewat talkshow "The Oprah Winfrey Show". Sebuah tayangan inspiratif yang telah disiarkan di lebih dari 126 negara di dunia, termasuk di Indonesia. </div><div><br></div><div>Di balik popularitasnya, ada sisi lain dari Oprah Winfrey yang tidak kita ketahui. Lewat buku ini, kita bisa lebih mengenal sosok mengagumkan Oprah Winfrey. </div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhs8kyTxNlJb4ZQeN3ZK0RWL4xBKUobwbWdOWFlZ-f5qjAeQy0CLDt7OJtxoUGWoSh3D2weNXKbaNwCSKj9HJ8SW_DjhfUXlWo63REg68z1Ne0sMtBDOLj5udbA_ebUHnvy07qOYbCGNE/s1600/1597671743968368-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhs8kyTxNlJb4ZQeN3ZK0RWL4xBKUobwbWdOWFlZ-f5qjAeQy0CLDt7OJtxoUGWoSh3D2weNXKbaNwCSKj9HJ8SW_DjhfUXlWo63REg68z1Ne0sMtBDOLj5udbA_ebUHnvy07qOYbCGNE/s1600/1597671743968368-1.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHM1tYW6ScnEfdWpsjzvaScTzNJeu4bxrDiLodM20HVJOqeZBRJ3f5Pt9InkFfKv5Ig3AuwX14ph6UOOUsunDjVe10jCMsUUqBTBfuA5EPek5zI1-_10pmnp7z8RbvlJFkJIHjU5QZDH4/s1600/1597671739008267-2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHM1tYW6ScnEfdWpsjzvaScTzNJeu4bxrDiLodM20HVJOqeZBRJ3f5Pt9InkFfKv5Ig3AuwX14ph6UOOUsunDjVe10jCMsUUqBTBfuA5EPek5zI1-_10pmnp7z8RbvlJFkJIHjU5QZDH4/s1600/1597671739008267-2.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div>Buku ini juga disusun berdasarkan pengalaman yang didapatnya dan perjumpaan-perjumpaannya dengan tokoh-tokoh inspiratif. Ia pun menuliskan perasaannya dan bagaimana dirinya berdamai dengan masa lalunya. Bagaimanapun, itu adalah motivasi yang membentuk dirinya sekarang. </div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDZWT7My4UL0XuUXACglHVjtHawb8cqmKBHT0zx8Gb_20u6u6YBCOIIw6BMtQf_44OmslChTJ9DuP2bzpVSE-QLeYnqhOk9I3SVQ6vj7gEb1X3IdmBKE6vzSuBgMaWR2jEaIUhDDI5QHU/s1600/1597671734669460-3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDZWT7My4UL0XuUXACglHVjtHawb8cqmKBHT0zx8Gb_20u6u6YBCOIIw6BMtQf_44OmslChTJ9DuP2bzpVSE-QLeYnqhOk9I3SVQ6vj7gEb1X3IdmBKE6vzSuBgMaWR2jEaIUhDDI5QHU/s1600/1597671734669460-3.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div>Tujuh tema yang diangkat dalam buku ini memberikan pandangan baru dan kuat. Tak hanya menggugah dengan jujur, buku ini juga menghidupkan kembali semangat kita yang membacanya. Oprah tak memaksa kita untuk mempunyai sikap dan pemikiran yang sama dengannya. Namun, kita bisa menjadikan sikap dan pemikirannya sebagai pembelajaran untuk direnungkan. </div><div><br></div><div>Apa yang kamu tahu dengan pasti?</div><div>Apa yang aku tahu dengan pasti?</div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIAZCcMMD-2BiPa3IORPX4vt-2k9ThaJTpDO5zvaMCz2PjhRMUzhYS67cPiKFv2p0VusKqzmEQpqnlHZh0BbMBtenNdfswafaSIhr3wecYcJ3CjK-xaFWhBlVWmuIdqjXzd6yDngc_Mo8/s1600/1597671730635165-4.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIAZCcMMD-2BiPa3IORPX4vt-2k9ThaJTpDO5zvaMCz2PjhRMUzhYS67cPiKFv2p0VusKqzmEQpqnlHZh0BbMBtenNdfswafaSIhr3wecYcJ3CjK-xaFWhBlVWmuIdqjXzd6yDngc_Mo8/s1600/1597671730635165-4.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHYqpjw1_iAwVGpTi9wO_VVHnRK6ej3P7E3EiyOjadQbJ5I_0NT-0wV8JJdJtR8xC-5q_uLM5BfN9qcCyqlrrMg0nzvtdtfDyk8AwsecjL19jMS8-7OMeP8y88bNyR4SADN3s8iN1xgbs/s1600/1597671726648032-5.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHYqpjw1_iAwVGpTi9wO_VVHnRK6ej3P7E3EiyOjadQbJ5I_0NT-0wV8JJdJtR8xC-5q_uLM5BfN9qcCyqlrrMg0nzvtdtfDyk8AwsecjL19jMS8-7OMeP8y88bNyR4SADN3s8iN1xgbs/s1600/1597671726648032-5.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div><div>Semakin hari semakin banyak hal yang terjadi dan harus kita hadapi. Beban pikiran pun jadi semakin banyak. Ada yang dapat kita terima tapi ada juga yang sulit. Itulah perjalanan hidup. Selalu banyak rintangan dan tantangan di dalamnya. Kendati tak mudah menjalaninya, kita masih bisa menciptakan kenangan-kenangan indah dari tiap peristiwa dalam kehidupan ini. </div><div><br></div><div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEide99tKztdGI2Nqvfxdtt8j5MXC_TUuPoJTLgvHypwkHuCM-EKarGjx4Qzh5HKPFpOFLrekz8CSkVFnz94Z_xDZy12Ss3-l5HtYvB8GjNB91B4p_D9tuQJeL61njYSMdGehyu-bJ8Ljpk/s1600/1597671688913318-6.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEide99tKztdGI2Nqvfxdtt8j5MXC_TUuPoJTLgvHypwkHuCM-EKarGjx4Qzh5HKPFpOFLrekz8CSkVFnz94Z_xDZy12Ss3-l5HtYvB8GjNB91B4p_D9tuQJeL61njYSMdGehyu-bJ8Ljpk/s1600/1597671688913318-6.png" width="400"> </a> </div></div><div><br></div>
<div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Judul Buku: Kafe Ajaib yang Memasak Impian</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Penulis: Suyoung Kim</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Tahun Terbit: Juni 2019</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Tebal Buku: 179 halaman</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> ISBN: 978-602-06-2996-4</div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzBl3hojf4MEfuMLGWsOU-QH1go2FbB-bAqCT99EQlBAbIz-GWu9qL7onRYglxcia7_8OlLibARZY5PgFyzvqlYncCgQ_dEWujsMJsH1wbXRrRxaR6-xtdQk51QVbWXvyrwKDZErgFDM/s1600/1593390378334349-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWzBl3hojf4MEfuMLGWsOU-QH1go2FbB-bAqCT99EQlBAbIz-GWu9qL7onRYglxcia7_8OlLibARZY5PgFyzvqlYncCgQ_dEWujsMJsH1wbXRrRxaR6-xtdQk51QVbWXvyrwKDZErgFDM/s400/1593390378334349-0.png" width="300" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Impian membuat seseorang memiliki tujuan hidup. Semakin besar impian yang kamu miliki maka semakin besar pula perencanaan dan usaha yang harus kamu lakukan untuk meraihnya. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Buku "Kafe Ajaib yang Memasak Impian" bercerita tentang pengalaman seorang gadis kecil bernama Na Di-ah yang bertemu dengan si Gadis Kaya Impian. Ketertarikannya pada seekor kucing kecil menjadi jalan bagi Na Di-ah untuk menemukan sebuah cahaya kuning dan hangat di ujung lorong yang gelap. Pada hari itulah Na Di-ah mengenal Kafe Bumi Bermimpi dan si Gadis Kaya Impian yang mengaku telah mewujudkan lebih dari 70 impian di lebih dari 80 negara.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Kehidupan Na Di-ah menjadi lebih menarik sejak berteman dengan si Gadis Kaya Impian. Na Di-ah yang awalnya tak mengerti perlahan jadi tahu dan memahami apa impian itu. Bahkan, Na Di-ah sering mendapat PR terkait dengan impian yang dimilikinya. Na Di-ah pun menuliskan daftar impiannya juga rencana-rencana yang dapat ia lakukan untuk mewujudkan impian tersebut. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFVB31DJyfPYJQutYgWttYcpbitRhZ4Ynq6KvhjWBG6SNAvtJlnwGvZ5AjRTZg6pIShjvWkIxKe10xd0l-yP6ugXWziJg6mTS12UuG8oxHPS9xzVe7Ge4nulHKuqZMImCOqOuPo-3AAkc/s1600/1593390371875001-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFVB31DJyfPYJQutYgWttYcpbitRhZ4Ynq6KvhjWBG6SNAvtJlnwGvZ5AjRTZg6pIShjvWkIxKe10xd0l-yP6ugXWziJg6mTS12UuG8oxHPS9xzVe7Ge4nulHKuqZMImCOqOuPo-3AAkc/s1600/1593390371875001-1.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Si Gadis Kaya Impian selalu berbagi cerita dalam setiap pertemuannya dengan Na Di-ah. Ia juga sering memberikan rahasia-rahasia impian. Menariknya lagi, ia selalu menyajikan kudapan atau makanan lezat dari berbagai negara untuk Na Di-ah. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJivJvitfDXDAhhVjfwDzuq4GRUDAaeM66AqCFXDhjbtzhYc4nCaUoN4mNZ05irOHq8rW8GcnVYXAA-qMGARHJIBf3htmxc-vk0pztS3iqgF8gUjJLqJGSjPQdyxFTheTDWuSEw9GNCA4/s1600/1593390366383436-2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJivJvitfDXDAhhVjfwDzuq4GRUDAaeM66AqCFXDhjbtzhYc4nCaUoN4mNZ05irOHq8rW8GcnVYXAA-qMGARHJIBf3htmxc-vk0pztS3iqgF8gUjJLqJGSjPQdyxFTheTDWuSEw9GNCA4/s1600/1593390366383436-2.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Banyaknya inspirasi baru yang didapat membuat Na Di-ah semakin bersemangat. Meski di tengah kehidupannya yang sulit dengan kedua orangtua yang suka bertengkar, Na Di-ah bisa menemukan harapan untuk masa depannya.</div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Na Di-ah berharap bisa cepat-cepat tumbuh besar. Ia ingin segera menjadi orang dewasa dan pergi berkeliling dunia. Hal itu diutarakannya pada si Gadis Kaya Impian. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeo1xp66k4Uj9D7thHYaQEN4Dv3JqRpkiCvhW5FEaZUMS4aLhsyHOqt5qPuMhdeMgK6GDMIZE7RAt-z7Mrxeny2PG98UQHfMsF1sh1IHXkBXbt0bxCTJX3gwY39avalN4GrD2S9-C5wtw/s1600/1593390360841565-3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeo1xp66k4Uj9D7thHYaQEN4Dv3JqRpkiCvhW5FEaZUMS4aLhsyHOqt5qPuMhdeMgK6GDMIZE7RAt-z7Mrxeny2PG98UQHfMsF1sh1IHXkBXbt0bxCTJX3gwY39avalN4GrD2S9-C5wtw/s1600/1593390360841565-3.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Buku “Kafe Ajaib yang Memasak Impian” cocok untuk dibaca oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Lewat si Gadis Kaya Impian, Suyoung Kim membagikan strateginya kepada kita semua untuk merancang dan mewujudkan impian hingga kita merasa semakin dekat dengan impian itu. Berbagai resep dari makanan-makanan yang dinikmati Na Di-ah juga ada dalam bagian terakhir buku ini. Dilengkapi dengan ilustrasi yang cantik dan penuh warna menjadikan buku ini semakin menarik. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Hargailah dirimu sendiri agar dunia juga menghargaimu. Yakinlah bahwa impianmu pasti terwujud. Suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa dirimu adalah orang yang paling istimewa.</div> </div>
<div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Judul Buku: Loving The Wounded Soul </div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Penulis: Regis Machdy</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Cetakan: September 2019</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Tebal: XXIX+287 halaman</div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> ISBN: 978-602-06-3370-1</div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL_Gqj_BJ9zyzalMTH7R42BjwyplZNq-TWyHLfJOGMBsTfzEbwcTwxFqKndnywm1jkzvv4c_cSDHsfRkrQxs3etRA2qsByi2SFxBy0cKrDLsXJdy06mqnREtJaypeOUnAt-f403N0Vyqw/s1600/1593390324085103-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL_Gqj_BJ9zyzalMTH7R42BjwyplZNq-TWyHLfJOGMBsTfzEbwcTwxFqKndnywm1jkzvv4c_cSDHsfRkrQxs3etRA2qsByi2SFxBy0cKrDLsXJdy06mqnREtJaypeOUnAt-f403N0Vyqw/s400/1593390324085103-0.png" width="300" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Sebagian besar orang beranggapan bahwa depresi adalah bagian dari stres berlebih. Padahal, depresi termasuk penyakit mental yang sama bahayanya dengan penyakit fisik. Tingkat depresi yang dialami berbeda-beda tergantung pada ketangguhan mental seseorang.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ48qXffK6WUR1uygb5THdNzp2g9SA9Bm3J12jvw5OOgpl7wgottMYxTTJCPgyZyh0mfWlp5ZGVoOmbn5IApnRP3B97qwNJkThDhQfUjfY_mTFqXHghrF9TX7QfX9Z3w2iFBbVtSugHlQ/s1600/1593390319956852-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ48qXffK6WUR1uygb5THdNzp2g9SA9Bm3J12jvw5OOgpl7wgottMYxTTJCPgyZyh0mfWlp5ZGVoOmbn5IApnRP3B97qwNJkThDhQfUjfY_mTFqXHghrF9TX7QfX9Z3w2iFBbVtSugHlQ/s1600/1593390319956852-1.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Di bagian pembuka buku "Loving the Wounded Soul", Regis Machdy bercerita tentang dirinya yang mengalami depresi kronis sejak remaja. Ia ingin bisa bahagia seperti orang-orang pada umumnya. Oleh karena itu, ia menjalani berbagai terapi. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv5N5mxaF6OWq0PTTqpRvukge3xxPC1ji-twPHGxNSWeF2sVxznMW94CgjwlOwt4TXwQHL6jQ17muuMXSp6uaNX01oImo93AQMeq-ggw_73gfLxl3m9nJEvul1OcUUfMt6AbjfR4KNsys/s1600/1593390315456177-2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv5N5mxaF6OWq0PTTqpRvukge3xxPC1ji-twPHGxNSWeF2sVxznMW94CgjwlOwt4TXwQHL6jQ17muuMXSp6uaNX01oImo93AQMeq-ggw_73gfLxl3m9nJEvul1OcUUfMt6AbjfR4KNsys/s1600/1593390315456177-2.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda dan memiliki gejala yang berbeda juga. Orang-orang yang sedang stres biasanya memunculkan gejala-gejala yang dapat terlihat atau dirasakan melalui ketidaknyamanan pada bagian fisik tertentu. Sedangkan gejala orang yang depresi biasanya ditandai dengan suasana hati yang depresif atau tertekan serta kehilangan minat dan tidak bisa merasakan rasa senang. Selain itu, orang yang depresi sering merasa tidak berharga dan memiliki rasa bersalah yang berlebihan.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Namun sayangnya, tak semua orang yang depresi mampu meluapkan segala isi hatinya. Sebagian dari mereka lebih memilih memendam apa yang mereka rasakan atau meminum obat antidepresan. Bila mereka merasa beban pikirannya sudah terlalu berat, keinginan untuk mengakhiri hidup pun timbul. Walau sebenarnya mereka sendiri tak pernah menginginkan kondisi itu. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTWP4XhZQ23UUFXUaPjdEYKrH3gpj9V6XY5VZJBpsqQ7tQff9dfgZpcjmi-nlxovnRmpzukzifQThN0J2R5tncYRWbIqPcjYh6NOoks_aag9xblL4pB9tnDirPxlA33Ckge2jKiCj0Yq8/s1600/1593390310800055-3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTWP4XhZQ23UUFXUaPjdEYKrH3gpj9V6XY5VZJBpsqQ7tQff9dfgZpcjmi-nlxovnRmpzukzifQThN0J2R5tncYRWbIqPcjYh6NOoks_aag9xblL4pB9tnDirPxlA33Ckge2jKiCj0Yq8/s1600/1593390310800055-3.png" width="400" /> </a> </div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Seseorang yang mengalami depresi harus bisa keluar dari penjara pikirannya. Tak semestinya orang yang depresi bergantung pada obat karena seseorang akan menjadi semakin kebal hingga dosisnya harus terus bertambah. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Meskipun obat antidepresan berhasil membantunya mengurangi perasaan depresi, tapi Regis Machdy tetap menekankan betapa pentingnya bertanggung jawab menjaga diri sendiri. Memiliki tekad yang kuat untuk lepas dari depresi, berkonsultasi dengan para ahli kesehatan mental, dan mengonsumsi makanan yang sehat adalah beberapa cara untuk melepaskan diri dari depresi.</div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Depresi adalah tanda bahwa seseorang hidup dalam dunia abu-abu. Bila kita bisa menyikapinya dnegan bijaksana, depresi malah bisa menjadi guru spiritual yang membuat seseorang semakin mengenal dirinya sendiri.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Buku "Loving The Wounded Soul" merupakan buku yang sangat penting untuk dibaca. Buku ini membahas depresi dari sisi biologis seperti gen, struktur otak, neurotransmiter, dan bakteri. Dari faktor internal seperti kepribadian, intelegensi, gender. Dari faktor lingkungan seperti cuaca, makanan, dan budaya. Serta faktor spritual seperti iman, tujuan hidup, dan cinta kasih.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Secara keseluruhan, buku ini merupakan refleksi atas perjalanan hidup Regis Machdy. Mengombinasikan konsep psikologi yang ilmiah dan pengalaman personal penulis, menjadi daya tarik buku ini. Keistimewaan lainnya, buku ini tak perlu dibaca secara berurutan juga tak harus ditamatkan sekaligus. Kita bisa memilih bab yang membangkitkan rasa penasaran dan memulainya dari situ.</div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Dari buku ini kita bisa memgenali dan menerima kehadiran depresi dalam hidup. Kita pun dapat memahami betapa pentingnya untuk menjaga dan mencintai diri sendiri. Buku ini juga diharapkan dapat membantu kita mengerti seperti apa dan bagaimana kesehatan mental itu serta menumbuhkan empati dan cinta kasih dalam masalah kesehatan mental. Bagaimanapun, mental sehat adalah hal paling penting dalam hidup seseorang. </div> </div> <div> <br /></div> <div> <br /> <div style="text-align: justify;"> Menyayangi diri sendiri bukanlah sesuatu yang egois. Selalu menjaga suasana hati adalah wujud cinta kita terhadap diri sendiri.</div> </div>
<div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Judul : Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Penulis : Marchella FP</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Penerbit : POP Publisher</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Terbit: Oktober 2018</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Tebal : 200 halaman</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">ISBN : 978-602-424-821-5</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCOlFqGadbGMQ-VWbnL2lnREhzdhEdqnc26AXJaOaLsOKORlY08JCKaCDJhF0Ss-jtdaefg2ma-sboGB98cacjx4svqKoo1bKmQrO0kuehRJCZOZM5xshOFJlruHPui359vfM_Q-6ZOcY/s1600/1590877215487563-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCOlFqGadbGMQ-VWbnL2lnREhzdhEdqnc26AXJaOaLsOKORlY08JCKaCDJhF0Ss-jtdaefg2ma-sboGB98cacjx4svqKoo1bKmQrO0kuehRJCZOZM5xshOFJlruHPui359vfM_Q-6ZOcY/s1600/1590877215487563-0.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Buku setebal dua ratus halaman ini diawali dengan sebuah curhatan tentang ketakutan dari seorang Ibu. Ia takut lupa rasanya muda. Ia menulis pesan untuk kita.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Tak ada plot utuh dalam buku ini. Hanya ada kumpulan pesan dari seorang Ibu. Ia ingin mengirimkan pesan tersebut untuk anak cucunya di masa depan. Kalimat-kalimatnya pendek saja. Berisi harapan dan penyemangat tentang kehidupan yang memiliki banyak arti (tergantung dari sudut pandang mana kita membacanya-memahaminya). </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Isi buku ini terbagi menjadi empat bagian; pagi, siang, sore, dan malam. Tiap bagian berisi pesan dalam beberapa baris. Tak hanya mengandung makna tapi juga membawa sebuah rasa baru bagi yang (benar-benar) membacanya.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Kau akan tahu bagaimana kau bisa memulai sesuatu di pagi hari. Kau akan belajar untuk berani mengambil tindakan dan merancang mimpi. </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnxkO2mcis0P6FzoQAZYqEed_Kg7qTyEHpgJl-TpAmSRh4sQ6V-bZwGpA2G_up2mwP4OrxTrSvyh8hFWQQE-e41J6cFdv8k3Fk6LlDvUJ6X2U2bn1wuKLlRgbcwZ4V-xu1K8K3Rjvr2uU/s1600/1590877210970686-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnxkO2mcis0P6FzoQAZYqEed_Kg7qTyEHpgJl-TpAmSRh4sQ6V-bZwGpA2G_up2mwP4OrxTrSvyh8hFWQQE-e41J6cFdv8k3Fk6LlDvUJ6X2U2bn1wuKLlRgbcwZ4V-xu1K8K3Rjvr2uU/s1600/1590877210970686-1.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Kau tertantang mencari jati diri dan mendapat pengalaman baru di siang hari.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6UEusJbtx3WzaoEzDNsiLyb7CN8tpqhChBahx1yRayEYVJMQjDhFqntBnEdRjzDry0UA3-W9DqEYFt-60Jd2KzE0xjrR0CbtkG6lhUKxaOdSEuLrkr9Hv6s7nMcOsny1Zm0F9oJap_fw/s1600/1590877206444416-2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6UEusJbtx3WzaoEzDNsiLyb7CN8tpqhChBahx1yRayEYVJMQjDhFqntBnEdRjzDry0UA3-W9DqEYFt-60Jd2KzE0xjrR0CbtkG6lhUKxaOdSEuLrkr9Hv6s7nMcOsny1Zm0F9oJap_fw/s1600/1590877206444416-2.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw6H6lDC6yRnrFGxpRaci11BZ0GL_EdMSEHyUNdxg94Zs3m8NskJwwouaPtU98r3kmRwFicxPlG1voisV-p9lDlUCEmfKY1Zoar99YiGMrWQOt-q_G_HDJXZ3hW4G1NzJhQIoY_eBX3LI/s1600/1590877201622049-3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw6H6lDC6yRnrFGxpRaci11BZ0GL_EdMSEHyUNdxg94Zs3m8NskJwwouaPtU98r3kmRwFicxPlG1voisV-p9lDlUCEmfKY1Zoar99YiGMrWQOt-q_G_HDJXZ3hW4G1NzJhQIoY_eBX3LI/s1600/1590877201622049-3.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Kau bisa memperluas pandangan dan melalui sebuah perenungan panjang di sore hari.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQqH6bYkkblYUpPy3WYQW35V08rUNeIasMKsMhvDHmd1yuiZYSYBeZyGo6Nb__isWAiHTP1S6WYUa55p3IB_8EjjLEbzQt00UKfsua8m96KamN2zTypGmtqyg76l8ACu-lcbWszjHl7bw/s1600/1590877197000164-4.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQqH6bYkkblYUpPy3WYQW35V08rUNeIasMKsMhvDHmd1yuiZYSYBeZyGo6Nb__isWAiHTP1S6WYUa55p3IB_8EjjLEbzQt00UKfsua8m96KamN2zTypGmtqyg76l8ACu-lcbWszjHl7bw/s1600/1590877197000164-4.png" width="400" /> </a> </span></div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI3WgzOpFNikcymTnGWNiY_uRWQX_QiXFtrugBnzajNKK3kw-n558Fj30yUqAQMSYKrkhOiUoII6Y5omIOl4lzrbT-ElDudWAX-3iRPv3kFnY8lhhLoxdD3R-x2Re3cAG596NBtzZ2LNM/s1600/1590877192519309-5.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI3WgzOpFNikcymTnGWNiY_uRWQX_QiXFtrugBnzajNKK3kw-n558Fj30yUqAQMSYKrkhOiUoII6Y5omIOl4lzrbT-ElDudWAX-3iRPv3kFnY8lhhLoxdD3R-x2Re3cAG596NBtzZ2LNM/s1600/1590877192519309-5.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGwKLdkcAkTRSgLDYK85Y3iN0bk0b48XN32mhoaVCqyAfPeY8SyEFqNw_ZSM88Ig-HOmcfiftlmdSWCtgXSE8NKj-Hrd_j4JcYR2vu3ipbxThvf5V9H-NPPFeOdq1-WI4WtiNlhzcR8aQ/s1600/1590877188259407-6.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGwKLdkcAkTRSgLDYK85Y3iN0bk0b48XN32mhoaVCqyAfPeY8SyEFqNw_ZSM88Ig-HOmcfiftlmdSWCtgXSE8NKj-Hrd_j4JcYR2vu3ipbxThvf5V9H-NPPFeOdq1-WI4WtiNlhzcR8aQ/s1600/1590877188259407-6.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Kau akan menyadari bagaimana kehilangan dan keikhlasan membantumu menyembuhkan diri sendiri di malam hari.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiGAG00zFpCTqJCjvB_bh7oflT1DN5HsoES87I5Qj-QzaKxFaONdh_7a2XPKJ-vnr6sRJ2QE0xaXvIh9-HszhIU8iA20jnEDUB39qZOHW7jUTcyYdobhkIk5UGlxODRqLSp1E31XYWsSs/s1600/1590877183764555-7.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiGAG00zFpCTqJCjvB_bh7oflT1DN5HsoES87I5Qj-QzaKxFaONdh_7a2XPKJ-vnr6sRJ2QE0xaXvIh9-HszhIU8iA20jnEDUB39qZOHW7jUTcyYdobhkIk5UGlxODRqLSp1E31XYWsSs/s1600/1590877183764555-7.png" width="400" /> </a> </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kalimat dalam pesannya sederhana namun begitu menyentuh hati. Tampilan bukunya menarik dengan <i>hard cover </i>yang jarang ditemukan pada buku-buku lain. Ditambah ilustrasi cantik dan unik karya penulis yang diselipkan pada halaman-halamannya, membuat siapapun langsung jatuh cinta. Tak heran bila buku ini habis terjual hanya dalam waktu dua jam. Buku ini juga telah diangkat menjadi sebuah film layar lebar oleh rumah produksi Visinema Pictures pada Januari 2020. </span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Kelebihan lainnya adalah pembaca tak memerlukan banyak waktu untuk membacanya. Buku ini bahkan dapat dibaca hanya dalam tiga puluh menit-bisa kurang bisa lebih, tergantung seberapa lama kita berkontemplasi melalui pesan yang disampaikan oleh penulis. Tidak adanya penomoran halaman pada buku ini memudahkan kita untuk membaca dengan memilih halaman secara acak.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;">Buku ini merupakan bacaan ringan yang dapat menginspirasi orang banyak. Banyak pesan yang tersirat dan tersurat dalam tiap pesan-pesannya. Penulis juga membuat sebuah playlist di aplikasi Spotify yang cocok didengarkan sambil membaca buku ini. Akan tetapi, saya lebih suka membaca buku ini dalam keadaan tenang. Kendati demikian, lagu-lagu yang disusun penulis tetap mampu membangkitkan suasana baru dalam membaca.</span></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><br /></span></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjePkyUn5muSBx2sCBtv_Jg_dSRnSXhUCxWqKNmtVF865FFbTFBOVTimH_SvKi3jCHZhLYebENhImSB7fkrbLsCla8AJ_CXNv9yDo8d4E5mJybxaH1HZi-u1787TaWMup-0uhJ29MQOljo/s1600/1590877178536916-8.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjePkyUn5muSBx2sCBtv_Jg_dSRnSXhUCxWqKNmtVF865FFbTFBOVTimH_SvKi3jCHZhLYebENhImSB7fkrbLsCla8AJ_CXNv9yDo8d4E5mJybxaH1HZi-u1787TaWMup-0uhJ29MQOljo/s1600/1590877178536916-8.png" width="400" /> </a> </span></div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div>
<div> <div style="text-align: justify;"> Judul : Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Penulis : Jerome Polin Sijabat</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Penerbit : Gramedia Pustaka Utama</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Cetakan : Pertama, Agustus 2019</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Tebal : 224 halaman</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> ISBN : 978-602-063-242-1</div> </div> <div> <br /></div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw2Vh5hV_RolbnYJsdI55_ySKdgzuKM346gKe-7iDDwCbNVMPGVsWVSV4QnIH9QEE5XxCYfkHPVFB4l9WklgXUpuft9cfNCnTsdKu23GCLxz-UMgllvBr39U8pGlTWAkU3MexNr6yuezY/s1600/1588840003243809-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw2Vh5hV_RolbnYJsdI55_ySKdgzuKM346gKe-7iDDwCbNVMPGVsWVSV4QnIH9QEE5XxCYfkHPVFB4l9WklgXUpuft9cfNCnTsdKu23GCLxz-UMgllvBr39U8pGlTWAkU3MexNr6yuezY/s1600/1588840003243809-0.png" width="400" /> </a> </div> </div> <div> <br /></div> <div> <div style="text-align: justify;"> Semua impian dapat menjadi nyata asal bersungguh-sungguh ingin mewujudkannya. Gigih berusaha, tetap semangat, serta yakin dan percaya adalah kunci utama dalam mewujud nyatakan impian.</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Mantappu Jiwa ditulis oleh Jerome Polin Sijabat, seorang pelajar asal Surabaya yang berhasil mendapatkan beasiswa penuh di Waseda University, Jepang. Jerome mengikuti program sarjana Mitsui Bussan dengan mengambil jurusan Matematika Terapan. Kegigihannya ingin bersekolah gratis di luar negeri pun terwujud.</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Berawal dari cerita liburan teman-temannya yang menurutnya sangat mengagumkan, Jerome berharap suatu hari nanti ia dan keluarganya dapat pergi bersama ke Disneyland. Sayangnya, keadaan ekonomi keluarganya tidak mendukung keinginan tersebut. Untuk itu, ia dengan tekun mengejar universitas-universitas di luar negeri yang bisa memberikan beasiswa penuh. </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Jerome mengisi hari-harinya dengan belajar dan mengerjakan soal-soal latihan, termasuk pada hari libur. Tak peduli kapanpun dan dimanapun, selalu ada buku di tangan yang setia menemaninya. </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQoCZLvE9NFRK-E40z7NsMwthckhyphenhyphenoPZQcCN6DLeAMk8SVVJvLmSY2nE59TcnnzKw9FyRq8L37w5K5TRt7XcGqMDULk4reosLm828OLw9NjV4VPsWbZmz36BGOngfeqt-uaj7_X68v9cU/s1600/1591145408398515-0.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQoCZLvE9NFRK-E40z7NsMwthckhyphenhyphenoPZQcCN6DLeAMk8SVVJvLmSY2nE59TcnnzKw9FyRq8L37w5K5TRt7XcGqMDULk4reosLm828OLw9NjV4VPsWbZmz36BGOngfeqt-uaj7_X68v9cU/s1600/1591145408398515-0.png" width="400" /> </a> </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Jerome juga sering mengikuti olimpiade-olimpiade Matematika dan semua perlombaan yang berhubungan dengan Matematika. Berkali-kali gagal justru membuatnya bertekad belajar lebih giat lagi. Ia sadar jika berhenti melangkah maka ia tak akan punya kesempatan untuk menang. </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTevSz376rtztcveF6NRVIA5X0ETuuNswBwlo-eJ4yMVEip2QB_6bYJLxboUcW5dcLUiG_C_vmodKGjRmRe3O6UI0up7LVNAqL0sQhVcsTcJb3LGT6GsVmH8JcG7oHBY808m2xdtkHgf4/s1600/1591145398355366-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTevSz376rtztcveF6NRVIA5X0ETuuNswBwlo-eJ4yMVEip2QB_6bYJLxboUcW5dcLUiG_C_vmodKGjRmRe3O6UI0up7LVNAqL0sQhVcsTcJb3LGT6GsVmH8JcG7oHBY808m2xdtkHgf4/s1600/1591145398355366-1.png" width="400" /> </a> </div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Jerome percaya bahwa semua orang pasti menginginkan segala sesuatu yang bermanfaat. Ia pun berbagi banyak ilmu pengetahuan khususnya matematika di akun Line bernama "Q&A". Mimpinya yang besar untuk sukses tak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk pendidikan di Indonesia. Hal itu diungkapkannya pula saat menjalani tes masuk Universitas Waseda. </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Di sela kesibukan belajarnya, Jerome mencoba membuat konten di Youtube untuk menyimpan kenangan-kenangannya sendiri. Namun ternyata, postingan isengnya mengundang reaksi positif. Melihat hal itu, Jerome lalu memanfaatkan peluang. Lewat channel yang diberi nama Nihongo Mantappu, Jerome kemudian bercerita banyak hal mengenai kehidupan dan pendidikannya selama berada di Jepang termasuk membahas soal matematika. Tak hanya itu, ia juga telah berkolaborasi dengan beberapa Youtuber lain dan artis Indonesia, Raffi Ahmad.</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Mantappu Jiwa merupakan salah satu buku motivasi yang patut dibaca. Walau pada halaman depan judul bukunya tertulis Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa, tapi buku ini bukan tentang latihan soal matematika. Meski ada beberapa soal matematika yang diselipkan sebagai selingan untuk dikerjakan oleh para pembaca. Dalam tiap babnya, Jerome bercerita tentang bagaimana ia berjuang menghadapi persoalan-persoalan dalam hidupnya. </div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> Kisah Jerome Polin Sijabat sungguh memberikan inspirasi bagi pembaca. Banyak pengalaman berharga dan nilai-nilai kehidupan yang dapat kita petik. Berbagai rumus Jerome yang dibagikan dalam buku ini dapat membuat siapapun yang membacanya tergugah untuk berjuang mengejar mimpi.</div> </div> <div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div> <div> <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAUsT-llzwml8vAYLySHlVWwFqO3YnbKFlquyZvM0VUMcG2PTAobQ_SbXrKM43OLUn1B6G7LOvYJqy2l3wdWHdGeoj3IqhdVM8TBk0Eh11ktgBu6WEeI4rUBFNmvAjkFw5CaHkk1hEOBo/s1600/1588839998130920-1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAUsT-llzwml8vAYLySHlVWwFqO3YnbKFlquyZvM0VUMcG2PTAobQ_SbXrKM43OLUn1B6G7LOvYJqy2l3wdWHdGeoj3IqhdVM8TBk0Eh11ktgBu6WEeI4rUBFNmvAjkFw5CaHkk1hEOBo/s1600/1588839998130920-1.png" width="400" /> </a> </div> <div style="text-align: justify;"> <br /></div> </div>